Liburan Berujung Petaka ! Nenek Asal Garut Tergulung Ombak Ganas Pantai Madasari.

Nasional Peristiwa

Pangandaran – Liburan keluarga yang seharusnya penuh tawa seketika berubah menjadi petaka memilukan di pesisir selatan Jawa Barat. Siti Atika (58), seorang nenek asal Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, harus kehilangan nyawanya secara tragis setelah tergulung ombak ganas di Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Ironisnya, petaka itu datang tepat sesaat setelah korban mengabadikan momen bersama keluarga tercinta lewat foto selfie.

Berikut adalah kronologi mencekam dari tragedi maritim yang merenggut nyawa sang nenek di zona terlarang.

Jepretan Kamera Berujung Petaka

Tragedi ini bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Pagi itu, korban bersama rombongan keluarganya tengah menikmati suasana Pantai Madasari yang terkenal dengan keindahan karangnya.

Sambil berjalan-jalan di tepi pantai, mereka memutuskan untuk berfoto-foto bersama guna mengabadikan momen liburan.

Namun, tanpa disadari, posisi mereka berada di area yang sangat rawan. Pantai Madasari sendiri merupakan kawasan wisata yang sejatinya terlarang keras untuk aktivitas air karena memiliki karakter ombak yang ekstrem.

Saat kamera sibuk membingkai senyuman mereka di pinggir pantai, dinding air raksasa tiba-tiba datang mengintai.

Dihantam Ombak Ganas dan Terbentur Karang Besar

Dalam hitungan detik, kegembiraan itu sirna. Ombak besar yang datang mendadak langsung menerjang tubuh nenek Siti Atika. Ganasnya arus bawah laut Pantai Madasari seketika menyeret tubuh ringkihnya ke tengah lautan yang bergolak.

Korban sempat terombang-ambing di antara ombak yang saling menghempas. Tragisnya, kawasan tersebut dipenuhi oleh jajaran batu karang besar. Tubuh korban yang tak berdaya diduga kuat berkali-kali dihantam ombak keras hingga terbentur formasi karang tajam di sekitar lokasi kejadian.

Plt Kepala Seksi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, membenarkan kejadian memilukan tersebut.

“Betul, telah terjadi laka laut, terseret ombak ketika salah satu wisatawan dengan beserta keluarganya berfoto-foto di pinggir pantai,” katanya.

Yusdiana menjelaskan bahwa korban sempat terseret arus bolak-balik yang sangat kuat sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

“Dia terbawa arus ke tengah, ada arus lagi kebalikan, baru ditolong sama keluarga dan Karang Taruna,” katanya.

Setelah perjuangan dramatis melawan arus, pihak keluarga bersama pemuda Karang Taruna setempat akhirnya berhasil menarik tubuh korban dari dekapan ombak. Korban yang sudah dalam kondisi kritis langsung dilarikan menuju fasilitas medis terdekat menggunakan kendaraan.

Namun takdir berkata lain. Luka-luka akibat hantaman ombak dan benturan keras pada batu karang rupanya terlalu fatal bagi tubuh sang nenek. Di tengah perjalanan menuju puskesmas, Siti Atika mengembuskan napas terakhirnya.

“Di perjalanan meninggal dunia, kondisi korban pipi sebelah kanan diduga terbentur batu karang, ada lecet di pipi sebelah kanan,” kata Yusdiana membeberkan kondisi fisik korban.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *