Kabupaten Bandung Barat — Bencana pergerakan tanah kembali melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat. Sedikitnya empat rumah warga di Kampung Legok Kadu, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu mengalami kerusakan berat akibat pergeseran tanah yang terus terjadi di kawasan lereng perbukitan tersebut.
Retakan besar tampak membelah dinding rumah warga, sementara lantai bangunan mengalami pergeseran hingga mencapai 7 sentimeter. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah tidak lagi layak dihuni dan membahayakan keselamatan warga apabila tetap ditempati.
Selain empat rumah yang mengalami kerusakan berat, puluhan rumah lain di sekitar lokasi kini berada dalam ancaman serius. Warga mengaku khawatir karena retakan tanah terus meluas terutama setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Gununghalu disebut sebagai bagian dari meningkatnya ancaman bencana geologi di wilayah Bandung Raya, khususnya kawasan perbukitan dan lereng rawan longsor di Bandung Barat.
Berdasarkan kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, wilayah perbukitan di Bandung Barat memiliki tingkat kerawanan menengah hingga tinggi terhadap bencana tanah bergerak dan longsor. Faktor pemicu utama meliputi curah hujan tinggi, kondisi lereng yang curam, serta perubahan tata guna lahan yang memperbesar potensi ketidakstabilan tanah.
Kondisi geografis di sejumlah wilayah selatan Bandung Barat dinilai rentan mengalami pergerakan tanah terutama saat memasuki puncak musim hujan. Air yang meresap ke dalam lapisan tanah menyebabkan struktur tanah menjadi labil sehingga memicu retakan dan pergeseran permukaan tanah.
Warga terdampak berharap pemerintah segera melakukan langkah penanganan darurat, termasuk asesmen kondisi tanah, relokasi sementara, serta pembangunan sistem mitigasi untuk mencegah kerusakan lebih luas.
Petugas gabungan bersama aparat desa dan unsur kebencanaan saat ini terus memantau perkembangan retakan tanah di lokasi kejadian. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila terjadi pergerakan tanah susulan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah daerah juga diminta memperkuat edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan pergerakan tanah guna meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material yang lebih besar.
(Redaksi)
