Kabupaten Bandung Barat – Potongan kaki manusia diduga milik korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ditemukan pada Selasa (19/5/2026).
Penemuan tersebut terjadi saat proses penataan area terdampak longsor menggunakan alat berat di lokasi kejadian.Potongan kaki sebelah kiri dengan kondisi jaringan otot yang masih utuh ditemukan tertimbun material longsor di area bekas bencana yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) lalu.
Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, membenarkan adanya penemuan bagian tubuh manusia tersebut. Menurutnya, informasi pertama diterima pihak kepolisian saat aktivitas alat berat tengah melakukan penataan lahan di kawasan terdampak longsor.
“Kami menerima informasi penemuan bagian tubuh manusia, dengan jaringan otot yang utuh di lahan bekas longsor Pasirlangu. Bagian kaki sebelah kiri,” ujar AKBP Niko, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, potongan tubuh tersebut diduga kuat merupakan bagian tubuh korban longsor yang hingga kini belum berhasil ditemukan selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung.
“Dugaannya demikian (korban longsor), karena jaringan ototnya masih utuh. Namun untuk memastikan, body part itu kemudian dibawa ke RS Sartika Asih untuk pemeriksaan oleh tim forensik,” katanya.
Selain menemukan potongan tubuh manusia, alat berat yang melakukan penataan area juga menemukan sebuah sepeda motor yang tertimbun material tanah pada kedalaman sekitar satu meter.
“Jadi ada juga benda lain yang ditemukan, sepeda motor berwarna hitam dengan kondisi sudah sangat rusak tanpa plat nomor. Sepeda motor itu juga kita amankan terlebih dahulu ke Unit Gakkum Satlantas Polres Cimahi,” ungkapnya.
Pihak kepolisian memperkirakan masih ada kemungkinan ditemukannya bagian tubuh korban lainnya yang hingga kini masih tertimbun material longsor. Hal tersebut mengingat proses evakuasi sebelumnya belum berhasil menemukan seluruh bagian tubuh korban sebelum masa pencarian resmi dihentikan pada 14 Mei 2026.
“Ada kemungkinan penemuan bagian tubuh lainnya yang masih terkubur karena sampai hari terakhir evakuasi belum ditemukan. Untuk penanganannya tentu sama, setelah dievakuasi dimasukkan ke kantong jenazah dan akan dibawa ke RS Sartika Asih,” tandasnya.
Peristiwa longsor di Desa Pasirlangu sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan cukup parah. Hingga saat ini, proses penataan dan pembersihan material longsor masih terus dilakukan oleh petugas gabungan guna memastikan kondisi area aman serta mengantisipasi adanya temuan lain di lokasi bencana.
(Redaksi)
