Jalan Cicadas Ditata, PKL Diberi Kompensasi dan Solusi Pekerjaan.

Lalu Lintas Pemerintahan

Bandung — Penataan kawasan Jalan Cicadas, Kota Bandung, mulai memasuki tahap lanjutan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung memastikan proses penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak hanya berfokus pada pembongkaran kios semipermanen, tetapi juga disertai pemberian kompensasi dan solusi pekerjaan bagi para pedagang terdampak (19/05/2026).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa penataan kawasan publik harus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Menurutnya, para PKL yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan Cicadas tidak boleh kehilangan mata pencaharian setelah proses penertiban dilakukan.

“Penataan kota harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat kecil. Karena itu pemerintah menyiapkan kompensasi dan solusi pekerjaan agar para pedagang tetap memiliki penghasilan,” ujar Dedi Mulyadi saat meninjau proses penataan kawasan Cicadas.

Pemerintah disebut telah menyiapkan sejumlah skema bantuan, mulai dari uang kompensasi bagi pedagang terdampak hingga peluang relokasi usaha ke lokasi yang lebih tertata. Selain itu, sebagian pedagang juga akan diarahkan mengikuti program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan kerja yang difasilitasi pemerintah daerah.

Penataan Jalan Cicadas dilakukan setelah kawasan tersebut selama bertahun-tahun dinilai menjadi salah satu titik kemacetan utama di wilayah Bandung Timur. Deretan kios semipermanen yang berdiri di trotoar dan bahu jalan dianggap mengganggu fungsi pedestrian serta mempersempit akses kendaraan.

Sebelum pembongkaran dilakukan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung telah menggelar dialog dengan para perwakilan PKL. Dalam pertemuan itu, pemerintah dan pedagang menyepakati langkah penataan dengan pendekatan persuasif dan tanpa tindakan represif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan penataan yang dilakukan Pemprov Jawa Barat. Ia memastikan pemerintah kota akan ikut mengawal proses relokasi dan pemulihan ekonomi para pedagang terdampak.

“Kami ingin penataan ini menjadi solusi bersama. Kawasan menjadi lebih tertib, masyarakat nyaman, dan para pedagang tetap bisa melanjutkan usahanya,” kata Farhan.

Di lapangan, proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan pengawasan aparat gabungan. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk membersihkan bangunan semipermanen yang berdiri di sepanjang koridor Jalan Cicadas. Aktivitas tersebut sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas, namun situasi tetap berlangsung kondusif.

Sebagian warga menyambut positif langkah pemerintah menata kawasan Cicadas. Mereka berharap trotoar kembali dapat digunakan pejalan kaki dan kemacetan yang selama ini terjadi di jalur tersebut bisa berkurang secara signifikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan penataan Jalan Cicadas menjadi awal revitalisasi kawasan perdagangan rakyat yang lebih tertib, manusiawi, dan berkelanjutan di Kota Bandung.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *