Kabupaten Bandung – Tumpukan sampah kiriman memenuhi Saluran Irigasi Leuwi Kuya di Kampung Sukaguna RT 04 RW 07, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu fungsi irigasi, menimbulkan bau tak sedap, hingga meningkatkan risiko luapan air saat hujan deras.
Salah seorang warga, Arim (55), mengatakan sampah yang menumpuk di saluran irigasi itu sudah terjadi sejak sekitar satu bulan terakhir, bertepatan dengan tingginya intensitas hujan di wilayah Bandung Barat.
Menurutnya, sebagian besar sampah bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan terbawa aliran air dari wilayah hulu seperti Cihampelas, Cipatik, hingga Soreang.
“Sudah sekitar sebulan ini sampah terus menumpuk. Saat hujan besar, sampah dari daerah hulu terbawa arus lalu tersangkut di sini,” kata Arim, Sabtu 30 Mei 2026. Ia menjelaskan, kondisi saluran irigasi yang menyempit dan dangkal menjadi penyebab utama sampah mudah mengendap. Selain dipenuhi sedimen lumpur, sejumlah titik saluran juga mengalami penyempitan sehingga aliran air tidak lagi optimal.
Arim mengungkapkan, pemerintah sebelumnya telah melakukan perbaikan saluran di bagian hulu. Namun, kondisi di wilayah hilir belum tersentuh penanganan sehingga sampah yang terbawa arus justru menumpuk di kawasan tersebut.
“Di bagian hulu memang sudah diperbaiki, tetapi di sini belum. Akibatnya sampah tidak terbawa sampai ke hilir dan akhirnya menyangkut serta menumpuk,” ujarnya.
Selain menghambat aliran irigasi, tumpukan sampah juga memunculkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga sekitar. Saat hujan turun, kondisi itu dikhawatirkan memicu luapan air karena kapasitas saluran semakin berkurang.
Warga setempat sebenarnya rutin melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran. Namun, volume sampah yang terus bertambah membuat upaya tersebut tidak lagi efektif.
“Kami sering turun membersihkan, tapi sekarang jumlah sampahnya sangat banyak. Setelah diangkat pun kami kesulitan membuangnya karena tidak ada sarana pengangkutan,” tutur Arim.
Karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan melakukan pembersihan menyeluruh serta menyediakan armada pengangkut sampah untuk membawa tumpukan sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
(Redaksi)
