Kabupaten Bandung – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Bandung memicu meluapnya tiga sungai sekaligus, yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede. Akibatnya, banjir kembali merendam kawasan Kecamatan Dayeuhkolot pada Senin (25/5/2026).
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pagi hari, genangan air dilaporkan merendam permukiman warga di tiga desa dan satu kelurahan di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
Pemerintah setempat bersama petugas gabungan hingga kini masih terus bersiaga melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir di lapangan. Warga di sejumlah titik terdampak juga diminta tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengatakan bahwa luapan air dari tiga sungai terjadi cukup cepat sehingga langsung merendam ratusan rumah warga serta memutus sebagian akses jalan utama di kawasan tersebut.
“Terdampak tiga desa dan satu kelurahan. Datanya saat ini sedang terus kami update di lapangan bersama petugas,” ujarnya melalui pesan singkat.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah adalah Desa Dayeuhkolot. Di Kampung Bojong Asih RW 04, tinggi muka air (TMA) dilaporkan sempat mencapai 50 hingga 80 sentimeter dan menggenangi rumah-rumah warga.
Sementara itu, di Kampung Citeureup RW 02, genangan air tercatat mencapai ketinggian 20 hingga 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh dan sebagian warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Banjir juga merendam ratusan rumah warga di Kampung Babakan Sangkuriang, Kampung Cilisung, dan Kampung Kaum. Luapan air sungai menyebabkan akses lingkungan menjadi sulit dilalui, terutama oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Selain melumpuhkan kawasan permukiman, banjir turut berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol Kecamatan Dayeuhkolot. Beberapa kendaraan terpaksa berjalan perlahan akibat tingginya genangan air yang menutupi badan jalan.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah bersama aparat terkait masih terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah penanganan bagi warga terdampak banjir.
(Redaksi)
